Rabu, 31 Maret 2010

Order kapal baru di RI 2010 diduga masih lesuRabu

JAKARTA (Bisnis.com): Pelaku industri galangan kapal nasional memperkirakan order kapal baru di dalam negeri pada 2010 masih lesu meskipun pemulihan perekonomian nasional dari dampak krisis ekonomi global terus berlanjut.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Wing Wirjawan mengatakan tahun ini order kapal baru di galangan dalam negeri tampaknya tetap sepi, karena hingga triwulan I tahun ini belum ada kenaikan pesanan.Dia memperkirakan selama 2010 ini, dari total kapasitas terpasang untuk pembangunan kapal baru sebesar 600.000 DWT, yang akan terisi sekitar 30% - 40%, sehingga ada 60% kapasitas yang menganggur."Untuk menaikkan menjadi 50% masih sulit meskipun kini kondisi perekonomian nasional mulai membaik," katanya kepada Bisnis.com di sela-sela acara Indonesian Forum Cabotage (Incafo), pagi ini.Wing menambahkan sejak 2008, kapasitas terpasang galangan untuk pembangunan kapal baru tidak pernah terpenuhi karena pelaku usaha lebih memilih melakukan pengadaan kapal bekas melalui impor.Menurunnya harga kapal di pasar internasional yang terjadi sejak krisis ekonomi global menyebabkan operator kapal lebih tertarik membeli kapal di luar negeri dibandingkan dengan membangun di galangan dalam negeri."Impor kapal bekas masih longgar sehingga sulit bagi galangan nasional untuk menekan kapasitas galangan yang menganggur," katanya.Dia menambahkan pihaknya tahun ini akan menggenjot kapasitas reparasi kapal menyusul naiknya jumlah armada niaga nasional yang kini sudah mencapai 9.170 unit.Menurut catatan Iperindo, setiap tahun permintaan reparasi kapal mencapai 10 juta DWT dengan pertumbuhan rata-rata 300.000 DWT hingga 450.000 DWT.(er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar