Selasa, 05 Januari 2010

Arus penumpang udara ke luar negeri naik 9,92%

JAKARTA: Jumlah penumpang penerbangan rute internasional selama Januari-November 2009 tumbuh 9,92% dari 6,5 juta orang pada periode sama 2008 menjadi 7,2 juta orang, sedangkan arus penumpang domestik naik 10,89%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan kecenderungan peningkatan arus penumpang pesawat udara menunjukkan prospek bisnis penerbangan masih sangat bagus.

"Penerbangan masih booming. Prospeknya masih sangat bagus karena tren penumpang terus tinggi," katanya kemarin.

Dia mengungkapkan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menjadi bandara terbesar pengangkut penumpang ke luar negeri selama 11 bulan pertama 2009, yakni sebanyak 3,4 juta orang atau 47,84%, diikuti Ngurah Rai Bali sebanyak 2,3 juta penumpang atau 31,57%.

Rusman menambahkan Bandara Soekarno-Hatta juga tercatat sebagai bandara dengan jumlah penumpang internasional terbanyak selama November 2009, yakni 373.800 orang atau 51,31% dari keseluruhan penumpang ke luar negeri. Adapun, Bandara Ngurah Rai merupakan bandara yang mencatat jumlah penumpang internasional terbanyak kedua dengan 200.800 orang atau 27,56%.

Namun, menurutnya, jumlah penumpang penerbangan internasional selama November tahun lalu hanya tercatat 728.500 orang atau turun 3,42% dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya.

Penurunan jumlah penumpang terjadi di hampir semua bandara yang diamati, kecuali Bandara Soekarno-Hatta yang naik 11,02%. Bandara yang mengalami penurunan jumlah penumpang yakni Hasanuddin Makassar turun 26,92%, Ngurah Rai turun 17,84%, Juanda Surabaya turun 9,28%, dan Polonia Medan turun 8,37%.

Khusus jumlah penumpang penerbangan domestik pada Januari-November 2009 sebanyak 32,25 juta orang atau naik 10,89% dibandingkan dengan kondisi pada periode yang sama tahun sebelumnya 29,1 juta orang.

Jumlah penumpang domestik terbanyak tercatat di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 12,0 juta orang atau 37,27% dari keseluruhan penumpang, diikuti Bandara Juanda 3,9 juta orang atau 12,06%. Oleh Hendra Wibawa/Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar