Kamis, 03 Desember 2009

Boediono : FTA China-Asean bisa direvisi

JAKARTA: Wakil Presiden Boediono melihat terdapat pasal dalam Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang dapat digunakan untuk melakukan negosiasi ulang.


Hal ini disampaikan Ketua Umum Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Airlangga Hartarto seusai diterima oleh Wakil Presiden di Istana Wakil Presiden, kemarin.

Pengurus Pusat PII bertemu dengan Boediono untuk membicarakan persiapan Kongres PII di Manado pada 7-8 Desember 2009.

Airlangga, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi VI DPR, mengatakan penandatanganan ACFTA dilakukan tanpa asumsi akan adanya gejolak perekonomian pada 2008.

"Jadi dalam kondisi vakum pada waktu itu ditandatangani sampai sekarang itu bisa siap. Namun dengan adanya gejolak ekonomi 2008, dunia mengalami krisis. Dan krisis ini kan belum berakhir," ujarnya seusai pertemuan itu.

Dibandingkan dengan negara-negara lain, lanjutnya, kondisi perekonomian China berada dalam kondisi yang baik. Hal ini dapat dilihat dari sektor keuangan, nilai cadangan devisa yang tinggi, sampai pasar domestik yang besar.

Dia melihat sejumlah sektor nonmigas belum siap menghadapi pelaksanaan ACFTA mulai 1 Januari 2010. Oleh Ratna Ariyanti/Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar