Senin, 02 November 2009

'Perlu terobosan benahi distribusi'

JAKARTA: Departemen Perdagangan harus membuat program terobosan untuk membenahi sistem distribusi di dalam negeri guna memperlancar arus barang, sehingga menjadi lebih efisien dan mampu bersaing di pasar internasional ataupun di dalam pasar domestik.Pemerhati kebijakan sektor perdagangan yang juga Dirut PT Kencana Gula Manis Hatanto Reksodipoetro mengatakan untuk dapat membuat program gebrakan, Departemen Perdagangan harus mulai menilai hasil apa saja yang telah dicapai selama 5 tahun terakhir yang telah dilakukan departemen tersebut. Setelah itu, kemudian menilai apa saja yang belum berhasil untuk menentukan program yang akan diambil dalam 5 tahun ke depan."Kalau hanya soal bagaimana menurunkan impor, maka Departemen Perdagangan dapat dengan mudah mengelak dengan menggunakan alasan ketentuan WTO [Organisasi Perdagangan Dunia] mengharuskan membuka pasar," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.Menurut Hatanto yang juga mantan Sekjen Departemen Perdagangan, nilai strategis dari kebijakan perdagangan adalah kelancaran arus barang baik antarnegara, antarpulau maupun antarprovinsi."Lancarnya arus barang itu kunci dari efisiensi. Pertanyaannya, apakah Depdag selama 5 tahun terakhir sudah membereskan soal kelancaran arus barang?" ujarnya.Dia menilai permasalahan kelancaran arus lalu lintas barang sebaiknya tidak diangkat kembali menjadi program Departemen Perdagangan periode 2009-2014, karena Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II seharusnya ke depan tinggal mengapitalisasi hasil 5 tahun sebelumnya.Kelancaran arus barang, lanjutnya, akan terwujud jika sektor usaha distribusi dapat berkembang. Sektor distribusi yang maju, kata dia, akan mengambil alih sebagian peran industri untuk menyalurkan barang produksi, sehingga faktor produksi dapat difokuskan untuk menghasilkan produk yang berkualitas.Menurut dia, nilai tambah dari produk yang berkualitas akan menghasilkan harga yang lebih baik dan mampu bersaing dengan produk impor.Dia menjelaskan selain operator ekonomi yakni perusahaan jasa distribusi, maka diperlukan infrastruktur yakni pasar.Menurut Hatanto, jika ada sistem pasar nasional yang baik, niscaya perbedaan harga barang produk dari Sabang sampai Merauke tidak akan terlampau tinggi seperti saat ini, sehingga akan membantu menstabilkan harga. ( Sepudin Zuhri/Bisnis Indonesia).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar