Selasa, 10 November 2009

Pelayaran kurangi armada kontainerTarif pengiriman ke Eropa dan AS naik

JAKARTA: Perusahaan pelayaran sektor angkutan kontainer dari beberapa pelabuhan di Indonesia ke Eropa dan Amerika Serikat sepakat mengurangi jumlah armada karena order muatan berkurang.Ketua Bidang Kontainer DPP Indonesia National Shipowners' Association (INSA) Hery Asmari mengatakan setelah mengurangi jumlah armada, sedikitnya 10 perusahaan kontainer jarak jauh itu sepakat menaikkan tarif tujuan Eropa dan AS.Dia mengungkapkan tarif kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok ke sejumlah pelabuhan di Eropa saat ini sudah mencapai US$1.200 per TEUs untuk ukuran 20 kaki atau naik US$200 dibandingkan dengan posisi Agustus 2009 yang tercatat US$1.000 per TEUs.Pengusaha pelayaran juga menaikkan tarif kontainer dari Tanjung Priok ke AS menjadi US$1.400 per TEUs, sedangkan ke sejumlah pelabuhan di Asia Tenggara tetap.Menurut Hery, tarif kontainer tujuan Eropa saat ini masih lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada September 2008 yang tercatat US$1.500 per TEUs untuk peti kemas berukuran 20 kaki."Oleh karena itu, pelayaran masih akan menaikkan tarif kontainer seiring dengan pemulihan muatan global. Kenaikan berkisar US$100-US$200 per TEUs ukuran 20 kaki yang dilakukan secara bertahap hingga tahun depan," katanya kepada Bisnis kemarin.Pada Agustus 2009, sejumlah perusahaan pelayaran sudah berencana menaikkan tarif pengiriman peti kemas ukuran 20 kaki dari Pelabuhan Priok ke Eropa, AS, dan India. Kenaikan tarif itu sekitar US$100 hingga US$200 untuk peti kemas 20 kaki.Namun, kenaikan itu berpotensi batal jika ketersediaan barang kiriman masih rendah sebagai dampak krisis global, tetapi pelayaran sepakat memangkas jumlah armada agar tarif bisa dinaikkan.Menurut Hery, sedikitnya jumlah pemain angkutan kontainer jarak jauh menyebabkan mereka mudah mengambil kesepakatan menaikkan tarif dengan menata permintaan dan pasokan menjadi seimbang.Posisi terendahDia mengungkapkan pangsa kontainer internasional yang anjlok sebagai dampak krisis global memaksa pelayaran menurunkan tarif hingga berada di posisi terendah, yakni US$400-US$450 per TEUs untuk ukuran 20 kaki.Penurunan tarif itu terjadi sejak Oktober 2008 dan berlanjut hingga Februari 2009. Namun, pada April tarif kontainer mulai naik dan diperkirakan berlanjut secara bertahap hingga tahun depan.Hery memperkirakan pangsa global bakal pulih pada semester II tahun depan. "Saat ini tarif memang naik, pengiriman barang dari Indonesia tujuan Eropa juga naik, tetapi arus kontainer dari Eropa ke Indonesia masih sepi," katanya.Dia menambahkan pelaku pelayaran sulit menaikkan tarif kontainer dari Pelabuhan Priok ke Malaysia atau Singapura meskipun tarif saat ini, yakni US$100 per TEUs untuk ukuran 20 kaki masih berada di bawah biaya operasional.Menurut dia, jelaskan jumlah perusahaan angkutan kontainer dari Indonesia ke sejumlah negara di kawasan Asean cukup banyak sehingga sulit mencari kesepakatan untuk menata permintaan dan pasokan kapal."Jumlah kapal yang dioperasikan lebih banyak daripada permintaan. Akibatnya, sulit menaikkan tarif kontainer dari Indonesia ke Malaysia atau Singapura karena operatornya banyak dan tak mudah bersepakat."Hary mengakui kerugian besar dialami oleh sejumlah perusahaan pelayaran yang bergerak di bidang angkutan kontainer akibat anjloknya tarif di tengah ketatnya perang tarif yang dipicu oleh kelangkaan muatan.Ketua Harian Masyarakat Pemerhati Pelayaran, Pelabuhan, dan Lingkungan Maritim Elly R. Sudibjo mengatakan volume kiriman rute internasional memang belum membaik, tetapi arus barang domestik masih stabil.Menurut dia, anjloknya muatan global mendorong sejumlah perusahaan beralih menggarap muatan dalam negeri. "Pasar domestik masih kuat terhadap tekanan dampak krisis global," katanya baru-baru ini. (tularji@bisnis.co.id)Oleh TularjiBisnis Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar