Kamis, 02 Juli 2009

Kerugian Pelni ditekan Rp40,38 miliar

JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia menargetkan dapat menurunkan angka kerugian perseroan sebesar Rp40,38 miliar menjadi Rp14,99 miliar pada tahun ini dibandingkan dengan kerugian 2008 Rp55,37 miliar.Kepala Humas PT Pelni Edi Haryadi mengatakan salah satu upaya untuk menekan angka kerugian itu dengan menggarap layanan angkutan kontainer melalui modifikasi dua armada kapal sehingga bisa berfungsi ganda mengangkut penumpang dan peti kemas.Menurut dia, kebijakan itu ditempuh sejalan dengan komitmen manajemen untuk menekan kerugian perseroan, apalagi pemerintah menuntut BUMN pelayaran itu bisa mencetak laba."Dalam 3 tahun terakhir, manajemen PT Pelni telah berhasil menekan angka kerugian secara signifikan baik melalui efisiensi maupun restrukturisasi rute kapal Pelni," katanya kepada Bisnis, kemarin.Pada 2006, PT Pelni rugi Rp159,88 miliar, tetapi setahun kemudian kerugiannya ditekan menjadi Rp90,25 miliar dan pada 2008 hanya Rp55,37 miliar.Edi menjelaskan konsep pengembangan armada menjadi angkutan kontainer dalam rangka mendukung visi PT Pelni yang mengarahkan setiap kapal yang dioperasikan bisa menutupi kebutuhan biaya operasional, bahkan mencetak keuntungan.Sejauh ini, PT Pelni baru memiliki satu unit armada yang melayani angkutan penumpang dan barang sekaligus atau dikenal dengan two-in-one, yakni KM Gunung Dempo.Manajemen BUMN itu menargetkan modifikasi dua armada kapal berfungsi ganda itu selesai pada semester II/ 2009 sehingga layanan angkutan kontainer dapat dimulai pada tahun ini.Edi mengungkapkan dua armada yang dimodifikasi adalah KM Ciremai dan KM Dabonsolo. "Rekondisi ini dilakukan menyusul rendahnya tingkat isian [load factor] kapal pada rute yang selama ini dilayani. Targetnya selesai pada tahun ini." Katanya.KM Ciremai selama ini melayani rute Kijang-Jakarta-Surabaya-Makassar-Bau-Bau-Ambon-Banda-Tual-Kaimana-Fak-Fak-Tual-Banda-Ambon-Bau-Bau-Makassar.Adapun, KM Dobonsolo melayani rute Kijang-Jakarta-Surabaya-Pare-Pare-Balikpapan-Pantololan-Toli-Toli-Tarakan-Nunukan-Toli-Toli-Pantololan-Balikpapan-Pare-Pare-Makassar-Surabaya-Jakarta-Kijang.
Oleh TularjiBisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar