Selasa, 23 Juni 2009

Operator kapal feri pesimistis raih keuntungan

JAKARTA: Perusahaan angkutan penyeberangan pesimistis dapat meraup keuntungan pada semester II tahun ini karena tarif rendah dan ruang kapal yang terjual sedikit, meski tingkat isian kapal diperkirakan meningkat.Sekretaris Jenderal DPP Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Luthfi Syarief memperkirakan tingkat isian kapal pada semester II tahun ini meningkat."Libur sekolah, puasa, Lebaran, Natal, dan tahun baru dapat memperbaiki tingkat isian kapal di berbagai lintasan yang selama semester pertama tahun ini cenderung turun," katanya kemarin.Namun, dia belum dapat memperkirakan lonjakan permintaan penyeberangan karena sangat bergantung pada kondisi ekonomi dalam negeri. "Yang jelas, libur sekolah dan hari-hari besar keagamaan berdampak positif terhadap tingkat isian kapal," ujarnya.Operator, lanjut Luthfi, berharap pada semester II terjadi kenaikan permintaan penyeberangan yang cukup signifikan sehingga bisa mengembalikan tingkat isian kapal yang sempat turun selama 6 bulan pertama tahun ini."Penurunan tingkat isian angkutan penyeberangan pada semester I telah diprediksi sejak awal sebagai dampak krisis ekonomi global. Kami berharap ada perbaikan pada semester II."Namun, menurutnya, kenaikan isian tidak menjamin perusahaan meraup keuntungan karena ruang kapal yang dijual relatif kecil, sementara tarif tetap rendah.MengeluhLuthfi mengakui saat ini sebagian besar operator mengeluh karena muatan kapal merosot dalam 6 bulan terakhir.Dia mengungkapkan kapal di lintasan Padangbai-Lembar, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Ujung-Kamal mengalami penurunan muatan yang cukup signifikan.Berdasarkan data Gapasdap Lembar, tingkat isian penumpang di lintasan itu rata-rata 166 orang per hari atau hanya 3% dari total kapasitas 5.035 orang per hari.Sementara itu, tingkat isian kendaraan bermotor hanya 63% atau 257 unit per hari dari kapasitas terpasang 407 unit.Tingkat isian di Ujung-Kamal juga merosot sejak peresmian Jembatan Suramadu. Muatan mobil anjlok 85%, sepeda motor merosot 60%, dan penumpang turun 50%.Menurut Ketua DPD Gapasdap Jatim Bambang Harjo, pendapatan operator turun sekitar 80% dan sedikitnya enam kapal yang beroperasi di dermaga 2 Pelabuhan Ujung sudah berhenti total.
Oleh TularjiBisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar