Rabu, 03 Juni 2009

MTI dukung audit kapal 3 bulanan

JAKARTA: Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendukung langkah Departemen Perhubungan yang berencana menerapkan audit perawatan kapal secara rutin setiap 3 bulan.Ketua Umum MTI Bambang Susantono mengatakan pengawasan ketat terhadap kelaikan berlayar kapal harus dimulai dalam waktu dekat, menyusul terjadinya sejumlah kecelakaan angkutan laut akibat kelalaian manusia."Audit kapal secara 3 bulanan seperti halnya dilakukan di pesawat, sudah sangat mendesak. MTI merasa penting audit seperti itu diterapkan untuk menurunkan tingkat kecelakaan kapal dan demi keselamatan penumpang," katanya kemarin.Menhub Jusman Syafii Djamal sebelumnya meminta Dirjen Perhubungan Laut Dephub Sunaryo untuk lebih memperketat pengawasan perawatan kapal, di antaranya kemungkinan menerapkan audit 3 bulanan.Namun, Bambang mengakui proses mekanisme audit rutin itu cukup sulit dilakukan karena jumlah kapal dan pelabuhan di Indonesia yang sangat banyak."Perlu inspektur yang banyak karena jumlah kapal kan ribuan, tidak seperti pesawat," kata Deputi Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Menko Perekonomian itu.Menurut dia, audit harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari wilayah dengan volume lalu lintas angkutan laut cukup tinggi."Memang akan ada cost tambahan bagi pemilik kapal, tetapi harus dilihat juga dari sisi keselamatan. Jadi, kalau dirasa memberatkan, itu sudah tidak benar karena yang penting adalah keselamatan penumpang," tegasnya.Dia menuturkan apabila tingkat keselamatan di kapal meningkat, publik akan semakin percaya kepada moda transportasi angkutan laut sehingga jumlah penumpang pun akan bertambah.Sementara itu, kasus kapal terbakar kembali terjadi kemarin, di wilayah Pulau Pisang, Padang, Sumatra Barat. Kapal pesiar Lautan Megah milik PT Mentawai Wisata Bahari diketahui terbakar saat sedang lego jangkar.Juru bicara Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) J.A. Barata mengatakan pihaknya belum menurunkan tim khusus untuk melakukan investigasi karena masih fokus pada kecelakaan tabrakan antara KM Mitra Ocean dan KM Tanto Niaga serta terbakarnya KM Mandiri Nusantara di perairan Jawa Timur."Kalau tim investigasi memang belum diterjunkan, saat ini kami sudah melakukan verifikasi sambil menghimpun data yang ada terkait dengan kecelakaan di Padang itu. Proses investigasi juga masih berlangsung untuk dua kecelakaan kapal di Jawa Timur." (22)Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar