Selasa, 20 April 2010

'Renovasi makam Mbah Priuk percepat ISPS code'

Selasa, 20/04/2010 15:50:10 WIBOleh: Hendra Wibawa
JAKARTA (Bisnis.com): PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menyatakan renovasi makam Mbah Priuk akan mempercepat pemenuhan ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Priok.

R.L. Lino, Dirut Pelindo II, mengatakan renovasi itu akan mengubah pintu masuk makam Mbah Priuk sedangkan jalan lama akan digunakan perluasan areal peti kemas.

"Komitmen kami renovasi dan pemugaran untuk makam sebagai komitmen ISPS code," katanya dalam RDP di Komisi VI DPR hari ini.

Dia menyatakan pihaknya harus merenovasi dan memugar makam Mbah Priuk untuk mengimplementasikan kode keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan atau ISPS Code.

Bila Tanjung Priok tak memenuhi ISPS Code, Lino memaparkan kapal asing akan membatalkan sandar di pelabuhan terbesar di Indonesia itu.

"Kami masih ada masalah dengan ISPS Code. Kalau ISPS Code belum dipenuhi nanti kapal asing datang tak mau sandar karena makam itu."

Sesuai dengan kesepakatan dengan ahli waris makam Mbah Priuk dan Pemprov DKI Jakarta, dia melanjutkan areal makam dan bangunan akan direnovasi.

Lino menambahkan pihaknya juga telah menunjuk sejarawan Fahry Ali untuk melacak sejarah Mbah Priuk yang dianggap dikebumikan di Tanjung Priok.

"Targetnya 6 bulan selesai," ucap Lino. Sesuai dengan data, seluruh kerangka sebanyak 26.000 kerangka di kawasan makam Dobo atau dikenal makam Mbah Priuk seluas 5,4 Ha telah dipindahkan ke kawasan Samper seluas 11 ha sejak 2007.

Pada 2008, terjadi penguasaan lahan kembali oleh orang yang mengatasnamakan ahli waris Mbah Priuk menjelang konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT) ke Hutchinson Port Holding Hong Kong selama 20 tahun sejak 2009. (wiw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar