Kamis, 25 Maret 2010

Investasi pengadaan tongkang masih menarik

Kamis, 25/03/2010
Oleh: Tularji

JAKARTA (bisnis.com): Investasi pengadaan kapal tongkang tetap menarik di tengah melonjaknya harga kapal jenis ini, menyusul meningkatnya permintaan pengiriman batu bara domestik guna memasok kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pabrik semen.

Ketua Bidang Angkutan Tongkang Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Teddy Yusaldi mengatakan permintaan pengiriman batu bara domestik naik terutama ditopang oleh beroperasinya sejumlah pembangkit listrik proyek 10.000 megawatt.

"Ada kenaikan permintaan pengapalan batu bara di pasar domestik karena sejumlah PLTU beroperasi pada akhir tahun lalu dan semester I tahun ini, serta naiknya kapasitas pabrik semen nasional," ujarnya kepada Bisnis.com pagi ini.

Tercatat ada tiga unit pembangkit listrik baru di pulau Jawa yang dijadwalkan beroperasi pada semester I/2010. Ketiganya adalah PLTU 1 Banten (Suralaya—Banten) dengan kapasitas 1x600 megawatt (MW), PLTU 1 Jawa Barat (Indramayu—Jabar) berkapasitas 3x300 MW, dan PLTU 2 Jawa Timur (Paiton—Jatim) berkapasitas 1x600 MW.

Di sisi lain, katanya, kenaikan harga baja mendongkrak harga kapal tongkang batu bara berbobot 8.000 DWT hingga mencapai 16,6% dalam setahun terakhir. “Meskipun harga naik, pengadaan tongkang tetap tidak akan seret,” katanya.

Harga baja diperkirakan berpeluang menembus level tertinggi US$700-US$800 per ton pada 2010. Kenaikan harga baja yang signifikan itu didorong oleh lonjakan harga bijih besi (iron ore) dan pemulihan ekonomi global sejak November 2009.

Sementara harga kapal tongkang pada semester 1/2008 atau sebelum krisis mencapai US$4,2 juta, turun ke level US$3 juta pada semester 1/2009 dan kini mulai naik menjadiUS$3,5 juta selama tiga bulan pertama 2010.

Teddy menjelaskan jumlah kapal tongkang berbendera Indonesia yang sudah mencapai 1.000 unit masih memerlukan tambahan guna memastikan kebutuhan angkutan batu bara domestik dapat terpenuhi.

Operator tongkang yang memastikan melakukan pengadaan tahun ini adalah PT Niaga Sapta Samudra sebanyak tiga set berkapasitas 12.000 ton, dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) membeli tujuh set berkapasitas 8.000 ton. “Kebutuhan tongkang terus meningkat,” katanya.(er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar