Senin, 09 November 2009

Tim optimalisasi dermaga dibentuk

JAKARTA: Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) membentuk tim optimalisasi dermaga terkait dengan rencana pemerintah mengoperasikan Dermaga V Merak dan Bakauheni untuk kapal kelas eksekutif.


Tim itu akan menyiapkan laporan tentang kapal-kapal yang siap mengisi Dermaga V dengan kriteria tertentu seperti yang diinginkan pemerintah antara lain memiliki kecepatan hingga 17 knot, sehingga Departemen Perhubungan tidak perlu mengundang operator baru dari luar lintasan.

Sekretaris Tim Optimalisasi Dermaga Togar Napitupulu mengatakan tim yang telah mengantongi surat keputusan dari DPP Gapasdap itu langsung bekerja untuk mengkaji model penyelenggaraan angkutan penyeberangan di lintasan Merak - Bakauheni setelah Dermaga V dibangun.

Menurut dia, hasil kerja tim akan dilaporkan kepada DPP Gapasdap untuk diusulkan ke Dephub. "Kami akan mengkaji bagaimana mengoptimalisasikan dermaga yang ada supaya semua armada dapat beroperasi optimal," katanya kepada Bisnis kemarin.

Saat ini, kapal di lintasan tersibuk di Indonesia itu tidak dapat beroperasi secara maksimal, bahkan sebagian besar menganggur, karena terbatasnya kapasitas dermaga dan sepi muatan. Dari 33 unit armada, setiap hari yang beroperasi hanya 18 kapal.

Rugi besar

Togar mengungkapkan pemilik 15 unit kapal yang menganggur menunggu jadwal itu menanggung kerugian yang tidak sedikit karena harus membeli BBM dan membayar upah anak buah kapal (ABK).

Sekjen DPP Gapasdap Luthfi Syarief mengakui organisasinya telah mengeluarkan SK pembentukan tim optimalisasi dermaga.

"Sudah kami keluarkan SK-nya dan tim langsung bekerja melakukan kajian, terutama terkait dengan rencana operasional Dermaga V."

Oleh Tularji
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar