Rabu, 06 Mei 2009

JSK tambah 2 kapal batu bara US$20 juta

JAKARTA: Perusahaan pelayaran PT Jaya Samudra Karunia (JSK) Shipping menambah armada berbendera Indonesia untuk angkutan batu bara dengan membeli lagi dua kapal tipe handymax senilai US$20 juta.Yudha Karuniawan Tenos, Managing Director JSK Shipping, mengatakan satu kapal tersebut diharapkan diterima pada pertengahan tahun ini dan satu kapal lagi pada akhir tahun."Pengadaan dua kapal itu menggunakan pinjaman dari perbankan nasional, yakni BII sebagai lead arranger, Bank DKI Grup Syariah dan Bank CIMB Niaga sebagai peserta," ungkapnya kemarin.Pada 2010, lanjut Yudha, JSK berencana menambah dua kapal lagi dari tipe sama yang pembiayaannya sedang dinegosiasikan dengan BRI Grup Syariah. Penambahan armada dilakukan karena harga kapal bekas di pasar luar negeri saat ini relatif rendah, yakni di bawah US$10 juta untuk tahun pembuatan 1985 dan 1988.Selain penambahan kapal berbendera Indonesia, tuturnya, JSK tetap membutuhkan sewa kapal di dalam negeri. "Pengadaan kapal milik itu dibutuhkan untuk kontrak jangka panjang dan untuk kebutuhan angkutan free market tetap menggunakan kapal sewaan di dalam negeri," ujarnya.Menurut Yudha, penambahan armada itu dibutuhkan menyusul rencana sejumlah perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PK2B) meningkatkan ekspor batu bara setelah terjadi penurunan pasok untuk kebutuhan di dalam negeri lebih dari 30%.PK2B yang terdiri dari PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Adaro, PT Berau Coal, PT Kedeco, dan PTBA diketetahui sedang menjajaki peningkatan ekspor batu bara karena hasil produksinya tidak bisa diserap semua di dalam negeri.
Oleh Aidikar M. SaidiBisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar