JAKARTA: Kapal ekspedisi World Ocean Conference (WOC) 2009 mulai bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, untuk melakukan riset dan pemetaan lingkungan perairan di Indonesia.Pelepasan ekspedisi WOC yang menggunakan kapal riset Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu dilakukan melalui dermaga arung samudra Pelabuhan Priok, kemarin.Kapal riset itu membawa sejumlah awak yang merupakan tenaga peneliti kelautan dari Universitas Syah Kuala Banda Aceh, Universitas Riau, Sekolah Tinggi Perikanan, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sam Ratulangi.Kepala Balai Teknologi Kelautan BPPT Ridwan Jamaludin mengatakan kapal itu dijadwalkan singgah di Pelabuhan Bitung pada 11 Mei 2009 untuk melanjutkan kegiatan yang telah dicanangkan.Selain itu, paparnya, dalam perjalanan kapal itu juga akan melakukan survei pemetaan laut, transfer teknologi melalui pelatihan dan praktik survei kelautan di atas kapal, pemetaan potensi perikanan laut dalam, serta melakukan analisis pencemaran sedimen permukaan laut."Kapal Baruna Jaya IV merupakan kapal riset perikanan yang paling modern dan dilengkapi dengan alat penangkap jenis trawl," ujarnya di sela-sela pelepasan ekspedisi WOC 2009 di Pelabuhan Priok, kemarin.Ridwan menambahkan BPPT memiliki empat unit kapal riset yang semuanya dimanfaatkan untuk melakukan penelitian kelautan di seluruh perairan Indonesia, termasuk mendeteksi bahaya tsunami sedini mungkin.Sekretaris Menko Kesra Indroyono Susilo mengatakan selama ini sudah banyak temuan potensi sumber daya alam di lautan yang dilakukan oleh peneliti Indonesia, seperti kandungan mineral, emas, dan perak di dasar perairan Teluk Bone, Sulsel, tetapi belum ditindaklanjuti.
(k1)Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar