Senin, 20 Februari 2017

IPC Minta Dukungan Stakeholder Kepelabuhanan

Jakarta - IPC atau PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) gelar coffee morning di kantor Pusat  Jakarta Utara (20/2), dalam rangka menyampaikan informasi keberhasilan perusahaan memperoleh keuntungan pada tahun 2016 dan rencana perusahaan di tahun 2017 maupun proyek strategis IPC dihadapan para undangan dari stakeholder Pelabuhan. 
Tujuannya memperkuat kerjasama dalam pengelolaan dan pengembangan dari sektor maritim logistik Indonesia
Coffee Morning IPC yang bertemakan “Towards Sustainable Superior Performance” ini melibatkan instansi-instansi Pemerintah di sekitar lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok antara lain Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Dinas Navigasi, KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Karantina Pelabuhan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Pemerintah Daerah Jakarta Utara, Kolinlamil, Lantamal, Dinas Hidro Oseanografi, perwakilan dari asosiasi-asosiasi pengguna jasa dan mitra pelabuhan, anak perusahaan dan cabang pelabuhan IPC maupun pengguna jasa utama, dan mitra pelabuhan lainnya.
IPC telah menetapkan corporate roadmap hingga tahun 2020 sejalan dengan visi baru menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Disertai dengan usaha-usaha untuk menghadirkan sustainable superior performance, perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap.
Elvyn G Masassya Dirut PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)  pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada stakeholders kepelabuhanan atas pencapaian-pencapaian perusahaan tahun 2016, termasuk Kemenko Maritim, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Pemda DKI Jakarta, Otoritas Pelabuhan dan Syahbandar, instansi-instansi pemerintah terkait kepelabuhanan, para pelaku bisnis pengguna jasa dan mitra kerja beserta asosiasi-asosiasi industri.
Dijelaskan selama 2016, total throughput 6,08 juta TEUs dengan perulehan pendapatan usaha Rp 9 triliun atau naik 28,65 persen dari Rp 7,7 triliun tahun 2015. Pada kesempata itu juga disampaikan, target throughput tahun 2017 sebesar 6,8 juta TEUs.
IPC/Pelindo II telah berupaya melakukan pembenahan pada seluruh aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap. Hal ini, sejalan dengan corporate roadmap hingga 2020, sesuai dengan visi IPC mengelola pelabuhan berkelas Internasional.
“Diharapkan dukungan dan kolaborasi yang sudah baik akan dapat diteruskan serta dikembangkan guna membangun sektor maritim logistik kedepan,” Ungkap Elvin
“Untuk tahun 2017 ini merupakan tahun enhancement, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi dalam rangka mewujudkan kinerja unggul berkesinambungan dengan menjalankan corporate roadmap yang berfokus untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada tahun 2016.  Tahun 2017 perusahaan diharapkan dapat memulai proyek – proyek strategis, termasuk proyek Terminal Kalibaru, proyek Pelabuhan Kijing Kalimantan Barat, proyek CBL, proyek pelabuhan Sorong - Papua maupun proyek Patimban,” Katanya.
Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; persiapan pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017.
Sifat dan mekanisme logistik maritim yang telah bergerak dari pelayanan port-to-port menjadi door-to-door mengisyaratkan perusahaan untuk mendorong pengembangan penerapan konsep integrated chain port, dimana pelabuhan-pelabuhan di Indonesia secara bertahap melaksanakan dan mengembangkan inisiatif untuk melakukan kolaborasi operasional, inovasi berbasis IT, perbaikan konektivitas dengan industri dan pasar, harmonisasi stakeholders dan penanganan secara tepat isu-isu strategis yang berkembang.
“Guna mendorong pertumbuhan dan ekspansi bisnis, meningkatkan akses permodalan, serta memberikan competitive advantage, IPC sedang mengeksplorasi dan mempersiapkan rencana pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Saham Perdana terhadap tiga anak perusahaan yang nantinya sekitar 30% dari jumlah keseluruhan saham yang disetor dicatat untuk diperdagangkan di Bursa Efek di Indonesia.,” tambah Elvyn G. Masassya.
“IPC membutuhkan kolaborasi dan dukungan penuh Pemerintah maupun para pemangku kepentingan demi kelangsungan, pengembangan dan pembangunan proyek-proyek kepelabuhanan untuk dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan. Melalui kegiatan ini dapat terbentuk kesepahaman untuk mewujudkan sinergi berdasarkan profesionalisme dan mempererat ikatan yang telah terjalin antara IPC dengan seluruh stakeholder, mitra kerja dan pengguna jasa kepelabuhanan.Hal ini menjadi inspiratif maupun motivasi IPC agar dapat memberikan pelayanan dan inovasi yang lebih baik,” Pungkas Elvin G Masassya akhiri sambutannya.
Hadir dalam acara itu, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputra, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Marwansyah, Ketua KADIN Jakarta Utara, Sungkono Ali, maupun perwakilan dari asosiasi-asosiasi pengguna jasa dan mitra pelabuhan seperti INSA, APBMI, ALFI, APTRINDO, APTMI, DEPALINDO, ASDEKI, APTISINDO, GINSI, IMSA, APBMI, dan lain-lain.( Risyaji).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar