Jakarta - PT.Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) bersama
jajaran Direksi, General Manager, dan Komisaris PT PTP,
mengadakan acara penandatanganan Service Level Agreement
(SLA) dengan 18 Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dan PBM khusus terseleksi.
Penandatanganan itu dalam rangka
mendukung program besar PT. Pelabuhan Indonesia II
(Persero) dari segi komersial,
terutama dalam penetapan
formula kerjasama, pengembangan bisnis, serta hubungan dengan mitra
eksisting. Acara penandatanganan dilaksanakan di Hotel Harris, Seminyak -
Bali (2-4 ,Pebruari 2017).
Isi dari penandatanganan
perjanjian SLA dalam
Pelaksanaan kegiatan Bongkar Muat
(B/M) pada PT PTP. Pendapatan yang diperoleh PT PTP
tahun 2016 yaitu kurang lebih sebesar 3.5 Triliun, dimana 2.6 Triliun
(75%) diantaranya berasal dari kegiatan bongkar buat muat, sehingga keberadaan
dan produktivitas PBM sangatlah berpengaruh terhadap performansi
PT.Pelabuhan Tanjung Priok.
Melalui kegiatan
Penandatangan kerjasama ini, management
PT. Pelabuhan Tanjung Priok
berupaya mendorong para mitra
PBM untuk bekerja lebih baik lagi di tahun 2017, sekaligus menjadi ajang
sosialisi metodeevaluasi baru,
yang memperjelas sistem reward
dan penalti menjadi lebih transparan dan
adil berdasarkan produktivitas.
Rombongan berangkat
dari Jakarta menuju Bali pada kamis
siang langsung ke hotel dan beristirahat.
Acara dilanjutkan pada Jumat pagi dengan agenda meeting
yang dibuka oleh Dirut
PTP Arif Suhartono dan Komisaris
PTP, Sabri Saiman. Pada kesempatan itu juga
presentasi dari Direktorat
Komersil PT PTP dan diakhiri
dengan acara seremoni yaitu penandatanganan
perjanjian SLA dengan PBM. Sebagai
bentuk apresiasi dari PTP kepada mitra sekaligus untuk
mempererat hubungan keduanya, diadakan kegiatan outdor rafting di Ayung River.
Pada hari Sabtu, rombongan diajak tour
bersama sebelum bertolak ke Jakarta. Undangan yang
hadir saat itu , Komisaris PTP
Sabri Saiman dan Hari Setyobudi, Direksi PT
PTP antara lain Dirut Arif Suhartono, Direktur Operasi M. Aji, Direktur
Keuangan dan SDM Prastyo Wasis, Direktur
Komersial Rima Novianti, dan Tara Hidayat. Perwakilan dari PBM antara lain
Juswandi, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat
Indonesia (APBMI), Sony
Sutanto, dari PT. Adipurusa,
Arrayyan A.Chairan, dari PT. Tangguh Samudera Jaya, dan Ardana
Dwiwarta Putra dari PT. Dwipa Hasta Utama Duta
serta 18 perwakilan Perwakilan
dari Perusahaan bongkar muat lainnya.
Komisaris PTP
Sabri Saiman saat itu menyampaikan
acara ini adalah bentuk tanggung
jawab dari perusahaan untuk
memberikan pelayanan yang terbaik secara
optimal di Pelabuhan Tanjung
Priok.
"Diharapkan
dengan kerjasama ini dapat
mendorongpeningkatan kualitas pelayanan PTP menjadi lebih baik", ujarnya.
Dirut PT PTP Arif Suhartono pada
kesempatan itu mengatakan perjanjian SLA
ini adalah usaha PT PTP dan
PBM untuk memberikan garansi
pelayanan bongkar muat bermutu
kepada pelanggan sesuai tolak ukur yang disepakati
bersama.
Dijelaskannya, PT. Pelabuhan Tanjung priok
(PT. PTP) adalah salah satu dari 17 anak perusahaanIPC (PT. Pelabuhan Indonesia
II) dimana bisnis utamanya adalah pelayanan bongkar muat
kapal, dengan spesialisasi
penangan petikemas dan cargo
break bulk. PT.Pelabuhan Tanjung Priok beroperasi secara penuh
di Bulan November 2014 sebagai sebuah perseroan dengan tiga terminal utama dan
satu terminal pendukung dalam pengusahaan bisnisnya.
“Tiga terminal
itu adalah Terminal 1
yang berfokus pada penanganan
cargo curah kering dan curah
cair. Terminal 2 berfokus
penanganan petikemas domestik
dan cargo break bulk.
Sedangkan Terminal 3 merupakan
terminal khusus petikemas yang
menangani petikemas domestik dan
internasional. Untuk terminal
pendukung atau disebut juga
area Non Terminal, adalah
terminal yang dipergunakan
sebagai area pendukung bagi
Terminal 1,Terminal 2 dan Terminal 3.,” Ujarnya.(Risyaji ).
